Tips Cara Mengendalikan Emosi Kepada Anak yang Lebih Efektif

Cara mengendalikan emosi saat si kecil rewel memang perlu perjuangan. Tetapi, ada beberapa tips untuk mengingat bahwa kita perlu mengendalikan emosi kita jika kita menganggap mereka terlalu rewel.

Anak yang tumbuh semakin besar, tentu tingkahnya semakin ada – ada saja. Ia akan mulai suka melakukan hal yang aneh – aneh. Hal – hal semacam ini, tentu ada yang memancing emosi juga. Terutama, jika kesalahan yang sama diulang berkali – kali.

Tetapi, marah tentunya bukan solusi yang tepat. Setelah marah, kita justru akan merasa menyesal. Terlebih lagi, jika hubungan dengan anak ikut terpengaruh. Atau, anak menarik diri dari kita / ngambek.

Memang, menahan diri dari emosi ini lebih mudah diucapkan. Tetapi jauh lebih sulit untuk dijalani. Karena itulah, kita bisa berbagi beberapa tips untuk menghadapi anak kita dengan lebih baik. Terutama,saat mereka melakukan hal – hal yang memancing emosi kita.

Beberapa tips untuk mengendalikan emosi kepada anak:

  • Memperhatikan kata yang diucapkan dan nada bicara

Ada penelitian yang mengungkapkan. Bahwa kita berbicara dengan tenang, maka perasaan kita akan lebih tenang. Juga, mereka yang kita ajak bicara akan lebih tenang.

cara mengendalikan emosi kepada anak

Nada bicara adalah hal penting. Pembicaraan bisa terasa santai atau marah – marah tergantung nada bicara kita. Nada suara yang tinggi akan terasa lebih tegang. Apalagi, jika terselip kata – kata yang kasar. Situasi akan tidak nyaman.

Baca Juga >  Cara Keramas Rambut yang Pas Sesuai Jenis Rambut - Bagaimana Ya?

Kita, memiliki kekuatan untuk membuat diri kita lebih tenang. Terutama dalam hal pemilihan kata yang kita gunakan.

  • Menarik nafas dalam – dalam

Saat emosi sudah naik, kita bisa “mundur” sedikit. Menarik nafas dalam – dalam. Kemudian menghitung sampai 10 sebelum berbicara lagi. Ini juga sekaligus adalah waktu untuk memikirkan semuanya lebih detail. Hal ini memberikan kita ketenangan lebih untuk memikirkan apa yang perlu kita lakukan atau katakan selanjutnya.

  • Membuat slogan anti marah

Apa hal yang kira – kira membuat kita tidak marah? Hal inilah yang perlu kita pikirkan saat hendak marak kepada anak kita.

Misalnya; “anak saya begitu karena ia belum mengerti.” Hal seperti inilah yang perlu selalu diingat jika ada hal – hal yang memicu emosi pada anak kita. Kata – kata atau slogan ini perlu kita simpan setiap saat.

  • Apa dampak marah kepada anak

Ini adalah hal yang perlu untuk difikirkan. Membentak anak, jika terlanjur, mungkin bisa menghentikan dia. Tetapi, dampak jangka panjangnya ke anak? Apakah ia menyimpan kesedihan dalam waktu yang lama? Kita tidak pernah tahu.

Yang penting lagi, anak jangan sampai trauma. Jika ini terjadi, bisa mengubah hubungan kita dengan anak kedepannya.

Anak yang sering dimarahi juga bisa menurunkan kepercayaan diri. Atau bisa menjadi orang yang tertutup. Jadi, dampak ini sebaiknya difikirkan terlebih dahulu sebelum marah ke anak kita.

  • Menjauh sesaat

Jika kita merasa sudah sulit untuk tidak marah, ada baiknya meminta pasangan untuk menjaga anak kita. Atau, meminta keluarga lain untuk menjaga anak kita. Kita bisa mencuci muka, bisa juga minum segelas air. Atu duduk sebentar.

Baca Juga >  Cara Keramas Rambut yang Pas Sesuai Jenis Rambut - Bagaimana Ya?

Kita akan perlu waktu sedikit untuk menurunkan emosi kita. Tetapi, akan sulit jika kita tidak menjauh sebentar. Jika sudah tenang, maka kita bisa kembali berbicara dengan anak kita.

  • Mencari tahu sumber masalah yang sebenarnya

Jika anak kita mengganggu sering adiknya sampai menangis, bukan berarti ia benci dengan adiknya. Mungkin, ia ingin mendapatkan perhatian. Yang, ia nilai sudah hilang sejak adiknya lahir. Ini adalah hal yang biasa terjadi pada anak yang lebih tua.

Kita tidak boleh menuduhnya yang macam – macam sebelum mencari tahu hal ini. Kita bisa meluangkan waktu untuk mencari tahu sekitar 10 menit. Waktu 10 menit ini, selain bermanfaat untuk mengetahui hal yang tersembunyi, juga bermanfaat untuk meredakan emosi kita.

Kita bisa menempatkan diri kita di posisi anak kita. Dan, mencari sumber masalahnya secara lebih akurat.

  • Tidak menghukum secara fisik

Menghukum secara fisik akan memberikan dampak psikologis yang tidak baik bagi anak.  Disebutkan dalam Journal of Psychopathology, bahwa hukuman fisik, apapun itu, akan berdampak dalam perkembangan anak.

Jadi, hal ini jangan sampai terjadi. Mencubit, memukul atau bahkan melempar, bukanlah hal yang pantas kita lakukan pada anak kita.

Yang jelas, anak – anak memang biasanya belum terlalu mengerti apa yang mereka lakukan. Kita memang memiliki kewajiban untuk mengarahkan mereka. Tentu saja, kita mengarahkan mereka sesuai dengan umur mereka. Sesuai dengan daya tangkap mereka.

Jangan terlalu sedih atau marah jika anak mengulang kesalahan yang sama. Ini biasanya tergantung dengan umur anak kita juga. Seperti halnya belajar, terkadang mempelajari sesuatu tidak berhasil dengan sekali mencoba. Untuk beberapa hal, kita perlu sabar untuk mengulang berkali – kali.

Baca Juga >  Cara Keramas Rambut yang Pas Sesuai Jenis Rambut - Bagaimana Ya?

Jika anak – anak sudah sampai pada usia yang sesuai, apa yang kita ajarkan juga akan lebih mudah masuk. Memang, terkadang kita memerlukan ketegasan. Terutama, jika memang anak terlihat seperti menyepelekan.

Bagaimanapun juga, mendidik anak memang tidak sama dengan teori yang kita baca. Pada prakteknya, kita mengajari mereka dan sekaligus kita juga belajar. Karena itulah, jangan terlalu khawatir jika tidak berhasil pada saat pertama kali mencoba. Mungkin, kita hanya perlu mengulanginya lagi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *